“Black Lives Matter”Akan Terpampang di Setiap Punggung Pemain Pada Pekan Perdana Premier League

Berita Sepakbola, – Setelah sempat ditunda selama beberapa pekan, kompetisi Premier League akan kembali bergulir mulai 18 Juni 2020. Berlangsung di tengah masa pandemi mengharuskan operator kompetisi menciptakan regulasi baru sesuai protokol kesehatan yang berlaku. Hal tersebut tentunya akan membuat sisa pertandingan musim ini tampak berbeda.

Namun, tak hanya peraturan baru yang membuat Premier League berbeda dari sebelumnya. Pada pekan perdana nanti, seluruh pemain yang bertanding akan mengenakan kostum dengan nama punggung yang sama. Hal tersebut digagas oleh operator Premier League sebagai bentuk dukungan terhadap aksi melawan rasialisme.

Menolak Aksi Rasialisme

Melalui laman resminya, Premier League merilis sebuah berita yang berisi tentang aksi menentang tindakan rasial. Dalam rilis tersebut, mereka mengumumkan bahwa seluruh pemain dari 20 klub yang berkompetisi di Premier League sepakat untuk menentang rasialisme.

Seperti yang diketahui, sejumlah media di dunia saat ini sedang ramai memberitakan aksi rasialisme yang terjadi di Amerika Serikat. Seorang aparat keamanan di negara tersebut terbukti melakukan tindakan tak pantas terhadap George Floyd, yang merupakan seorang warga kulit hitam. Parahnya, setelah kejadian tersebut korban dinyatakan meninggal dunia karena kehabisan nafas.

Sejak saat itu, aksi demonstrasi menentang tindakan rasialisme merebak di beberapa wilayah di Amerika Serikat. Tak hanya itu, aksi yang sama juga dilakukan di beberapa negara terutama oleh para publik figur, termasuk pesepak bola profesional.

Untuk mendukung aksi penolakan rasialisme tersebut, para pemain Premier League sepakat untuk mengenakan jersey bertuliskan “Black Lives Matter”. Black Lives Matter adalah slogan untuk aksi anti rasialisme yang menuntut keadilan atas kematian George Floyd. Tulisan tersebut bakal terpampang di punggung setiap pemain selama 12 pertandingan atau hingga pekan ke-30 berakhir.

Logo Black Lives Matter juga akan disematkan di baju para pemain, staff pelatih, dan juga perangkat pertandingan. Logo tersebut merupakan simbol persatuan seluruh pesepakbola tanpa memandang perbedaan warna kulit maupun keyakinan masing-masing.

Berlutut Sebelum Pertandingan

Selain dukungan berupa tulisan dan logo pada jersey, para pemain juga akan melakukan aksi berlutut sebagai simbol anti rasisme. Aksi berlutut ini akan dilakukan sebelum atau selama pertandingan berlangsung.

Gestur berlutut ini pertama kali dilakukan oleh pemain American Football, Colin Kaepernick. Pemain San Francisco 49ers tersebut berlutut di tengah lapangan sebagai bentuk dukungan terhadap George Floyd.

Aksi berlutut ini sebenarnya telah banyak dilakukan oleh para pemain Premier League di sesi latihan beberapa hari belakangan ini. Seperti yang dilakukan oleh Arsenal dimana para punggawa The Gunners berlutut sambil membentuk barisan yang rapi. Mereka juga mengenakan baju latihan dengan beragam tulisan untuk mendukung aksi tersebut.

Apresiasi Kinerja Tenaga Medis

Tak hanya mendukung aksi anti rasialisme, Premier League juga akan melakukan aksi serupa sebagai bentuk apresiasi terhadap NHS (tenaga medis). Mereka akan memasang emblem khusus di jersey setiap pemain terkait aksi tersebut.

Seluruh elemen yang tergabung di Premier League memberikan apresiasi tinggi kepada para tenaga medis yang menangani kasus corona. Atas kerja keras mereka, ribuan orang di dunia berhasil terbebas dari serangan virus mematikan tersebut.

Dukungan tersebut menjadi bukti bahwa sepak bola merupakan olahraga yang selalu menghargai sebuah kerja keras dan menghormati segala perbedaan.

Di akhir tulisannya, Premier League mendukung penuh aksi penentangan tindakan rasialisme. Premier League berdiri bersama para pemain, klub, FA, EFL PFA, LMA, PGMOL dan semua orang untuk menentang segala bentuk diskriminasi. Mereka percaya bahwa tidak akan ada lagi ruang untuk para pelaku rasisme di dunia ini.

Berita Sepak BolaKompetisi Premier League
Comments (0)
Add Comment