Bartomeu Resmi Mundur, Barcelona Yakin Mampu Kembali Bangkit

0 26

Berita Sepakbola – Josep Maria Bartomeu akhirnya resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden klub Barcelona per Rabu, 28 Oktober 2020. Pria berusia 57 tahun itu akhirnya memutuskan untuk menanggalkan jabatan tersebut setelah mendapat desakan dari sejumlah pihak.

Ini mungkin menjadi kabar yang cukup mengejutkan. Namun, bagi sebagian besar penggemar dan juga anggota klub Barcelona, mundurnya Bartomeu dianggap sebagai berita baik. Mereka mengaku lega dengan mundurnya Bartomeu setelah Barcelona terpuruk dalam beberapa tahun terakhir masa kepemimpinannya. Mereka optimis Barcelona mampu kembali bangkit tanpa kehadiran Bartomeu.

Catatan Buruk

Bartomeu pertama kali menduduki kursi tertinggi di jajarang pengurus Barcelona sejak 23 Januari 2014. Kala itu, ia yang menjabat sebagai wakil presiden klub didapuk untuk menggantikan peran Sandro Rossell yang mengundurkan diri. Pada pemilihan Presiden klub tahun 2015, Bartomeu kembali terpilih dan dipercaya untuk memimpin klub terbesar di Catalan tersebut.

Kurang lebih 6 tahun Bartomeu menduduki posisi Presiden klub Barcelona. Selama itu, ia telah mempersembahkan sejumlah gelar bergengsi untuk Blaugrana. Namun, tak jarang juga ia melakukan kesalahan yang kemudian membuat timnya mengalami kerugian.

Bahkan, jika diruntut kembali ke belakang, Bartomeu justru dianggap lebih banyak mengambil keputusan yang keliru. Alhasil, klub tak hanya mengalami kerugian finansial namun juga mengalami penurunan prestasi.

Anjloknya performa Barcelona musim ini menjadi bukti nyata bobroknya manajemen klub di bawah pimpinan Bartomeu. Ia dinilai tidak becus dalam mengatur finansial klub.

Dalam 6 musim terakhir, Bartomeu selalu menghamburkan banyak uang untuk membeli pemain bintang yang justru gagal tampil cemerlang di Barcelona. Sebut saja Arda Turan, Antoine Griezmann dan Ousmane Dembele yang menjadi segelintir contoh transfer gagal Barcelona.

Bartomeu bahkan pernah berlaku curang demi mendapatkan Malcom dari Bordeaux. Ia dinilai menyalahi kebijakan transfer pemain karena mencuri Malcom yang sebelumnya telah sepakat bergabung dengan AS Roma. Bahkan, dalam beberapa kasus Bartomeu dikabarkan membeli pemain tanpa diskusi dan sepengetahuan pelatih.

Keputusan Kontroversial

Pada akhir musim kemarin, Barcelona mengalami krisis finansial parah. Akibat pandemi corona, keuangan mereka mengalami defisit yang cukup besar.

Dalam kondisi yang sedemikian pelik, Bartomeu justru mengambil keputusan yang kontroversial. Ia malah menjual beberapa pemain bintangnya yang sempat memberikan kontribusi nyata pada musim sebelumnya. Hal tersebut tentu mengundang amarah dari sebagian penggemar Barcelona.

Tak hanya para fans, para pemain dan jajaran pengurus juga sempat geram dan bertanya-tanya tentang keputusan sang presiden. Akibatnya, Lionel Messi yang menjadi tulang punggung klub selama bertahun-tahun merasa gerah dan menyatakan keinginannya untuk pergi dari Camp Nou.

Beruntung, dengan segala upaya dan drama, Bartomeu mampu membuat sang mega bintang bertahan di Barcelona. Namun, keputusan Bartomeu menahan kepergian Messi juga dianggap keliru. Alhasil, hingga kini pemain 33 tahun tersebut belum menunjukkan sinar cemerlangnya bersama Blaugrana.

Tak Berpengaruh

Usai mengundurkan diri pada pertengahan pekan kemarin, Bartomeu mengirimkan pesan singkat di grup WhatsApp yang berisikan anggota klub Barcelona. Namun, mayoritas pemain di grup itu tampak tak tertarik untuk membalas pesan tersebut dan terkesan mengabaikannya. Termasuk juga Lionel Messi yang hubungannya dengan Bartomeu kian memburuk dalam beberapa bulan terakhir.

Bartomeu sejatinya masih menyimpan kontrak sebagai presiden klub hingga tahun depan. Namun, ia terpaksa menanggalkan jabatannya karena tuntutan dan desakan dari sejumlah pihak yang merasa dirugikan karena keberadaannya di manajemen Barcelona.

Pelatih Barcelona, Ronald Koeman, mengaku bahwa mundurnya Bartomeu tak akan berpengaruh banyak pada performa tim. Pria asal Belanda tersebut menegaskan bahwa apa yang terjadi di atas lapangan adalah tanggung jawabnya.

Buktinya, sehari setelah mundurnya sang presiden, Barcelona berhasil tampil apik pada matchday kedua Liga Champions melawan Juventus. Pada laga tersebut, Blaugrana mampu memenangkan pertandingan dengan skor 1-0.

Koeman yakin Barcelona mampu menjadi yang terbaik walaupun tanpa kehadiran Bartomeu di kursi tertinggi klub. ia berharap, apa yang telah direncanakan olehnya dapat berjalan sesuai rencana di sisa musim ini.

Comments
Loading...
error: Content is protected !!