Berbuntut Panjang, Juventus Diperiksa Terkait Gagal Transfer Luis Suarez

0 30

Berita Sepakbola – Usaha dari Juventus untuk bisa mendaratkan Luis Suarez di bursa transfer musim panas kemarin ternyata menjadi awal masalah besar. Pihak klub dituding melanggar hukum dengan mempercepat sang pemain untuk mendapatkan status kewarganegaraan Italia.

Gagal Bergabung

Kedekatan Luis Suarez dengan raksasa Serie A, Juventus pada musim panas kemarin bukanlah isapan jempol. Sejak tidak masuk rencana masa depan pelatih anyar Barcelona Ronald Koeman, Suarez memang kencang dirumorkan akan merapat ke berbagai klub besar termasuk Juventus. Bahkan striker asal Uruguay tersebut diketahui sudah sempat melakukan serangkaian tes, termasuk soal pemahaman bahasa Italia.

Memang saat itu Juventus juga sangat berambisi untuk mendapatkan Suarez. Akan tetapi kuota pemain dari non-EU dalam skuad La Vecchia Signora ternyata sudah penuh. Sehingga untuk bisa bermain di Turin, Suarez harus mendapatkan status kewarganegaraan Italia. Dari sinilah awal permasalahan dimulai. Pihak Juventus dikabarkan berbuat curang supaya Suarez bisa lolos serangkaian tes dengan mudah, salah satunya soal bahasa Italia tadi.

Kasus ini pun akhirnya digiring oleh Kantor Kejaksaan Perugia sejak beberapa bulan lalu. Dengan kasus ini, Juventus terancam mendapatkan hukuman dari pihak berwajib. Sialnya dari situasi ini, Bianconeri gagal mendapatkan jasa pemain yang kini bergabung di Atletico Madrid tersebut.

Dijatuhi Sanksi

Saat itu Luis Suarez menempuh tesnya di University of Perugia untuk bisa memuluskan langkahnya bergabung dengan Juventus. Namun tes tersebut malah menjadi boomerang bagi juara Serie A musim 2019/2020 ini.

Tidak sampai disitu, permasalahan ini juga merembet kemana-mana. Sebagai contoh, pada hari Jumat kemarin pihak Kejaksaan di Perugia telah mengkonfirmasi hukuman penangguhan jabatan selama delapan bulan untuk rektor Universitas, Giulana Grego.

Selain itu hukuman serupa juga dijatuhkan kepada pihak CEO Universitas, Simone Olivieri, serta dua profesor yang terlibat, Stefania Spina dan Lorenzo Rocca. Singkat cerita mereka semua dituding telah membocorkan soal tes yang akan dijalankan Luis Suarez. Aksi ini tentu memudahkan pihak Suarez dan juga menguntungkan pihak Juventus yang akan memakai jasanya.

Dalam pernyataan resminya, pihak Kejaksaan Perugia mengatakan jika pihak Universitas diketahui telah membocorkan terlebih dahulu soal tes kepada si pemain. Hal ini bertujuan agar sang pemain mencapai hasil dan nilai minimal untuk bisa lolos dan memenuhi permintaan dari Juventus. Hukuman ini tidak berhenti sampai di Universitas, jika Juventus terbukti bersalah maka hukuman berat sudah menanti.

Tidak Hanya Kejaksaan

Ternyata dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan Juventus ini bukan masalah sepele. Kasus ini termasuk dalam kasus besar yang harus ditangani dengan serius. Dalam hal ini yang bergerak tidak hanya Kejaksaan Perugia saja. Akan tetapi pihak Federasi Sepakbola Italia (FIGC) juga ikut turun tangan menyelidiki kasus kecurangan ini.

Investigasi yang akan dilakukan pihak FIGC akan terus berlangsung secara terpisah dari penyidikan yang dilakukan pihak Kejaksaan Perugia. Seperti kabar yang dilansir dari SportMediaset, Juventus bisa terancam sejumlah sanksi berat. Pihak klub tidak hanya akan mendapatkan denda, namun sanksi bisa sampai didegradasi dari Serie A.

Pihak Juventus sendiri juga sudah berulang kali membantah tudingan terkait kecurangan ini. Mereka mengklaim hanya meminta sedikit informasi dari University of Perugia soal kemungkinan tes yang akan berlangsung disana.

Lalu setelah itu Juventus menginformasikan jika mereka gagal untuk merekrut Luis Suarez. Hingga pada akhirnya serangkaian dari awal tes yang sudah berlangsung tidak berujung apa-apa, dan Luis Suarez akhirnya gagal merapat ke Turin musim panas kemarin.

Comments
Loading...
error: Content is protected !!