Dimainkan Sebagai Striker, Kevin De Bruyne : Rasanya Aneh

Sumber : sm.imgix.net/19/33/kevin-de-bruyne.jpg
0 7

Berita Sepakbola – Kevin De Bruyne menjadi pemain terbaik yang tampil ketika Manchester City menggunduli Chelsea 1:3 pada Minggu (3/1/2021) malam kemarin. De Bruyne dalam laga tersebut memainkan peran yang berbeda, sebagai kreator sekaligus eksekutor.

Berkah Corona

Seperti kita tahu sebelumnya, Manchester City sempat dibayang-bayangi ancaman virus corona saat akan bertamu ke markas The Blues pada hari Minggu malam kemarin. Sejumlah pemain The Citizens diketahui positif terjangkit virus corona.

Untungnya laga tetap berjalan dan mereka akhirnya sukses memenangi laga. Karena adanya pemain yang terpaksa melakukan isolasi mandiri, maka Josep Guardiola terpaksa mengambil resiko dengan memaksimalkan pemain yang ada.

Resiko terbesar yang diambil sang pelatih adalah memainkan Kevin De Bruyne secara berbeda dari biasanya. Hal ini dikarenakan Gabriel Jesus positif Covid-19 dan Sergio Aguero baru saja pulih dari cedera panjangnya. Untuk itu De Bruyne terpaksa diturunkan sebagai striker sentral untuk Manchester City di laga pekan ke-17 kali ini.

Meski memerankan posisi baru, namun performa pemain asal Belgia ini tidak mengecewakan. Bahkan dalam laga ini sang pemain menyumbangkan satu gol serta satu assist, dan membantu City membungkus tiga gol kemenangan. Meski demikian awalnya De Bruyne mengaku sempat kesulitan memerankan posisi yang diberikan sang pelatih.

Sedikit Aneh, Meski Akhirnya Normal

Memang dalam beberapa laga terakhir Manchester City memiliki permasalahan dalam hal mencetak gol. Untuk itu memasangkan De Bruyne di posisi penyerang menjadi spekulasi yang cukup berani dari Josep Guardiola.

Memang posisi terbaik dari pemain 29 tahun ini adalah gelandang ataupun gelandang sayap. Jadi wajar jika sang pemain sedikit kerepotan di awal laga dengan posisi barunya. Sang playmaker harus berjuang ekstra untuk menjawab tantangan yang diberikan sang pelatih di laga ini.

Dikutip dari Sky Sports, De Bruyne mengungkapkan kesannya setelah diposisikan sebagai seorang striker. Awalnya memang terasa sedikit aneh, namun De Bruyne mengatakan jika sudah beberapa kali memerankan posisi ini dalam karirnya. Sebab ada banyak striker yang dimiliki tim tidak bisa bermain. Saat ini sang pelatih memintanya untuk kembali memerankan posisi tersebut. Mau tidak mau De Bruyne harus berusaha melakukannya sebaik mungkin.

Hanya 10 Menit, Berikutnya Mulus

Dalam laga krusial tersebut De Bruyne mengakui jika 10 menit awal permainan dari Manchester City memang belum terbentuk. Bahkan saat itu menjadi saat dimana Chelsea bebas melakukan perlawanan.

Namun 80 menit sisanya pertandingan praktis menjadi milik Manchester City. Di babak pertama pasukan Josep Guardiola sukses membobol gawang tuan rumah tiga kali secara beruntun. Sedangkan tuan rumah hanya mampu membalasnya di babak kedua. Itupun hanya satu gol saja.

Ritme permainan City memang baru ketemu setelah 10 menit berlangsung. Hal ini mungkin dikarenakan De Bruyne baru memainkan peran barunya dan masih perlu beradaptasi. Namun setelah itu mereka sebagai tim tamu kemudian menemukan permainannya.

Setelah gol pertama tercipta, Manchester City mendapatkan momentum yang tepat dan mampu bermain secara defensif dan solid hingga 90 menit laga selesai. Berkat kemenangan ini Josep Guardiola dan timnya berhasil mengantongi tiga poin. Kemudian mereka berhasil naik peringkat ke posisi kelima dengan koleksi 29 poin dari 15 laga. jumlah poin ini sama dengan yang kini dimiliki Tottenham Hotspur di peringkat keempat.

Sedangkan untuk selisih dengan pemuncak klasemen yang kini dihuni Liverpool hanya terpaut empat poin saja. Manchester City masih memiliki peluang untuk bisa mengejar puncak klasemen karena masih menyimpan satu laga.

Comments
Loading...
error: Content is protected !!