our website xnxx
our website karen la prima puta de ecatepec. xxxsex
www.kompozvideos.com

Dugaan Pengaturan Skor Perserang, SOS Pertanyakan Kinerja Satgas Antimafia Bola

0 94

Debatbola.com – Save Our Soccer (SOS) akhirnya buka suara terkait adanya Match Fixing yang melibatkan lima pemain dan juga pelatih dari Perserang Serang. Lembaga tersebut mempertanyakan keberadaan dari Satgas Anti Mafia Bola yang seharusnya mencegah kejadian memalukan tersebut.

Pengaturan Skor

Praktik pengaturan skor masih menjadi virus utama yang harus segera dibasmi dari dunia sepak bola Tanah Air. Baru-baru ini Perserang Serang melakukan pemecatan secara tidak hormat terhadap lima pemain dan juga pelatih karena terlibat match fixing yang sudah terjadi dalam lima laga di kompetisi musim ini.

Sebuah Lembaga yang secara khusus ikut memperhatikan peran dalam pengawasan dalam perbaikan tata kelola sepak bola di Indonesia, dalam hal ini SOS juga sangat prihatin atas kejadian memalukan ini.

Koordinator dari SOS, Akmal Marhali menyebutkan bahwa terungkapnya tindakan pengaturan skor ini menjadi aib yang sangat memalukan. Pasalnya bergulirnya Liga 1 dan juga Liga 2 musim ini sudah diawasi oleh petugas yang mengenakan rompi bertuliskan Satgas Anti Mafia Bola. Sayangnya perannya dalam mengatasi hal tersebut dirasa kurang nyata.

“Padahal, tugas utama dari Satgas Anti Mafia Bola berdasarkan dari sprindik adalah memetakan sejumlah laga yang terindikasikan terjadi praktik match fixing, melakukan penyidikan dan penyelidikan, serta penangkapan,” ujar Akmal seperti dirangkum oleh Bola. Net pada Jumat (29/10) kemarin.

Pihak dari Perserang Serang beberapa waktu lalu sudah melaporkan kejadian pengaturan skor ini kepada PSSI agar segera dilakukan tindakan yang tegas terhadap pelaku. Keputusan yang diambil manajemen tim sepak bola kota Serang tersebut dengan memecat sejumlah pemain dan pelatih dikarenakan sudah adanya bukti. Bahkan kejadian ini kabarnya melibatkan orang luar.

Pertanyakan Peran Petugas Berompi

Secara lebih lanjut, Akmal mempertanyakan keberadaan dari para petugas yang mengenakan rompi hitam bertuliskan Satgas Anti Mafia Bola. Para petugas ini sebenarnya selalu hadir di sisi lapangan baik di pertandingan Liga 1 maupun di Liga 2 Indonesia. Namun dengan kejadian ini para petugas tersebut nampak hanya seperti papan iklan yang tugasnya tidak nyata.

Namun menurut Akmal yang juga sempat berprofesi sebagai mantan wartawan Olahraga ini, ada penyebab mengapa Satgas Anti Mafia Bola tidak melakukan kinerja yang maksimal. Menurutnya sejak pergantian pucuk pimpinan di kepolisian, belum ada masa perpanjangan tugas untuk Satgas Anti Mafia Bola.

“Jadi, siapa sesungguhnya para pria yang mengenakan rompi satgas di setiap pertandingan? Divisi Humas Polri harus bisa menjelaskan terkait hal ini agar citra Polri tidak tercoreng,” tegas Akmal.

Hanya Sebatas Gimmick?

Lebih jauh Akmal via media inter303 menuturkan kalau kejadian ini cukup ironi walaupun sudah ada para petugas yang mengenakan rompi bertuliskan Satgas Anti Mafia Bola di tepi lapangan. Padahal dalam pengawasan sosok-sosok pria berompi tersebut, wasit pertandingan kerap terlihat melakukan blunder.

“Seharusnya Satgas Anti Mafia Bola itu bekerja dalam diam. Bukannya gagah-gagahan pamer rompi di pinggir lapangan layaknya peragawan yang tengah berjalan di catwalk,” terang Akmal. “Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah, apakah yang berada di lapangan itu benar-benar satgas atau hanya gimmick?” tambahnya.

Segera Usut Tuntas

Akmal juga menilai https://nyhund.com/author/rachelmiracle/ jika pernyataan dari perwakilan manajemen Perserang beberapa waktu lalu terkait adanya match fixing harus segera diusut tuntas. Sebab hal ini juga bisa segera dikembangkan untuk bisa memerangi penyakit pengaturan skor yang sudah sangat kronis di dalam dunia sepak bola nasional.

“Jangan sampai kasus-kasus seperti ini menguap begitu saja seperti sebelumnya. Match fixing itu layaknya sebuah candu. Sama seperti Narkoba. Ketika ada celah sedikit saja, maka kejadian serupa akan terulang dengan mudah. Hal ini menjadi pertaruhan PSSI yang kini dipimpin oleh mantan polisi,” tandasnya.

Comments
Loading...

site porno español redwap
error: Content is protected !!