Jelang Real Madrid vs Inter, Antonio Conte Bisa Berada Di Pihak Lawan

0 40

Berita Sepakbola – Antonio Conte, bersama pasukannya Inter Milan, kini tengah bersiap lakoni laga matchday ke-3 Liga Champions melawan Real Madrid. Tetapi, jelang pertandingan tersebut, Conte membuat pengakuan mengejutkan. Ia mengatakan bahwa dirinya pernah ditawari menjadi pelatih Real Madrid, dan kemungkinan berada di sisi berseberangan, tengah pekan nanti.

Tawaran di Waktu yang Tak Tepat

Mantan pelatih timnas Italia, Antonio Conte, memiliki rekam jejak bagus dan dikenal sebagai salah satu pelatih top dunia. Tak heran ketika Conte menganggur, banyak klub yang berminat pada dirinya, tak terkecuali Real Madrid. Jelang laga Inter kontra Madrid, Conte mengungkapkan bahwa dirinya pernah ditawari klub asal Spanyol tersebut.

Pelatih asal Italia itu mengungkapkan bahwa ia pernah punya kesempatan tinggal di Spanyol untuk menangani Los Blancos. Ia tak mengungkapkan secara detail, mengenai kapan Real Madrid berusaha merekrutnya. Namun, yang pasti, Conte mengatakan bahwa tawaran itu datang di saat yang tidak tepat, karena tawaran itu datang di pertengahan musim.

Pada sesi konferensi pers, Senin (2/11) waktu setempat, Conte menuturkan bahwa dirinya pernah dapat kesempatan menangani Real Madrid. Tapi bagi pelatih asal Italia tersebut momennya tak tepat, karena saat itu musim kompetisi sudah dimulai. Conte berpikir bahwa melatih Real Madrid sejak tengah musim, akan jadi tantangan yang begitu berat.

Laga yang Sulit

Dalam konferensi pers yang sama, Conte juga mengatakan bahwa laga kontra Real Madrid adalah laga yang penting. Laga ini akan semakin menarik, karena sang juru taktik akan dihadapkan dengan Zinedine Zidane, mantan rekan setimnya di Juventus dahulu. Lebih lanjut, Conte mengaku akan sulit mengalahkan Madrid yang punya tradisi juara di UCL.

Bagi Conte, laga melawan Real Madrid merupakan laga yang penting, sama seperti kubu seberang yang juga menganggap demikian. Sejarah telah menunjukkan bahwa Madrid memang punya segalanya untuk menjadi juara. Tapi Conte tak gentar, dan dengan seluruh amunisi yang ia bawa, ia dan armadanya berharap dapat meraih hasil maksimal.

Soal Zidane, Conte mengatakan, “Tak ada gunanya membicarakan dia sebagai pemain. Kita semua tahu, dia seperti apa, dan bagi saya, sebuah kehormatan dapat bermain bersama dia. Yang saya ingat adalah dia orang yang luar biasa. Dia selalu bekerja keras saat latihan, dia selalu berada paling depan, saya hanya dapat mengatakan bahwa dia orang yang baik.”

Rekam Jejak Karir Conte

Sebelum terkenal sebagai pelatih, Conte sendiri pernah dikenal sebagai seorang pemain internasional Italia yang pernah berseragam Juventus. Ia pensiun pada tahun 2004 dan terjun ke dunia kepelatihan, sekitar setahun setelahnya. Selama menjadi pelatih, Conte pernah memperkuat tim-tim raksasa seperti Juventus, Chelsea, dan sekarang Inter.

Karir kepelatihan Conte berada dalam puncaknya ketika ia menangani Juventus sejak tahun 2011. Bersama Si Nyonya Tua, Conte berhasil memenangkan tiga gelar Serie A, bersamaan dengan dua gelar Piala Super Italia. Ia kemudian menangani timnas Italia, sebelum akhirnya pindah ke Chelsea dan langsung meraih titel Liga Inggris di musim perdananya.

Dari Chelsea, Conte diketahui sempat menganggur dan menepi dari dunia kepelatihan selama sekitar satu tahun, sebelum akhirnya bergabung dengan Inter Milan pada Mei 2019. Lagi, di musim perdananya, Conte nyaris boyong trofi Europa League ke tangan Inter. Tapi, ia dan pasukannya akhirnya harus menyerah di final setelah ditekuk utusan Spanyol, Sevilla.

Bersiap Hadapi Laga Menarik

Kini, Conte dan armadanya dijadwalkan akan mengunjungi ke Alfredo Di Stéfano Stadium, guna menghadapi Real Madrid. Laga Inter vs Real Madrid memang mempertemukan dua jagoan utama Grup B. Namun, menariknya, jelang laga ini, kedua tim tercatat sama sekali belum pernah menang meski hanya sekali.

Comments
Loading...
error: Content is protected !!