Kieran Trippier Dijatuhi Larangan Bermain dan Denda Miliaran Rupiah

Sumber : cdni0.trtworld.com
0 11

Berita Sepakbola – Malang betul nasib klub asal Spanyol Atlético Madrid. Di tengah misi memperebutkan gelar La Liga, mereka harus kehilangan bek andalannya, Kieran Trippier. Trippier baru-baru ini dikabarkan tersandung permasalahan judi bola. Kasus itu sejatinya pertama kali terkuak pada bulan Mei lalu, tapi Trippier baru dijatuhi hukumannya sekarang.

Dugaan Pembocoran Informasi Informasi

Dalam judi bola, semua hal dapat dipertaruhkan, mulai dari skor pertandingan, tim mana yang akan menang, hingga ke mana seorang pemain akan meneruskan karirnya. Kasus terakhir itulah yang kini tengah menjerat Kieran Trippier. Akibat melanggar aturan judi bola, ia kini dijatuhi hukuman hingga hampir tiga bulan lamanya.

Trippier diketahui pindah dari Tottenham Hotspur menuju Atlético Madrid pada musim panas tahun 2019 silam. Sebagai salah satu pemain terkenal, transfer Trippier itu tentu menjadi bahan taruhan bagi sebagian orang. Asosiasi sepakbola Inggris FA menilai bahwa Trippier telah membocorkan informasi pada para penjudi tersebut.

Mengutip pernyataan resmi dari FA seperti dilansir dari SB Nation, Trippier disebut melanggar aturan terkait pembocoran informasi transfer. Ketika pindah ke Atletico Madrid, Trippier disebut memberitahu rekan dekat dan keluarganya. Tapi hal itu akhirnya didengar oleh orang-orang yang melakukan taruhan sebelum transfer Trippier terselesaikan.

Larangan Bermain Hingga Denda Miliaran

Atas pelanggaran yang dilakukan Trippier, FA menjatuhkan hukuman kepada Trippier dan meminta FIFA menetapkan larangan bertanding pada sang pemain. Gayung bersambut, FIFA kemudian merespon permintaan FA tersebut. Asosiasi sepakbola dunia itupun memberi hukuman larangan bermain pada Trippier di seluruh kompetisi selama 10 minggu ke depan.

Menurut laporan berbagai sumber, Trippier didakwa atas tujuh tuntutan mengenai kasus pelanggarannya terkait judi bola ini. Empat dari tujuh dakwaan itu telah berhasil dibuktikan, sementara tiga dakwaan lainnya berhasil dibantahkan. Selain dilarang bermain, Trippier juga dijatuhi denda sebesar 70 ribu pounds, atau sekitar 1,3 miliar rupiah akibat kasus ini.

Sanksi larangan dari FIFA sendiri akan berlaku bagi Trippier mulai hari Rabu, 23 Desember 2020 waktu setempat. Trippier akan melewatkan sekitar 14 laga, termasuk laga Atlético Madrid vs Chelsea di babak 16 besar Liga Champions. Namun, ia akan kembali diizinkan berlaga dalam laga derby melawan Real Madrid pada tanggal 7 Maret 2020 mendatang.

Atlético Tak Tinggal Diam

Hukuman yang diterima Trippier tentu menjadi pukulan telak bagi Atlético Madrid mengingat Trippier adalah salah satu punggawa kuncinya. Karenanya, klub asal Spanyol dikabarkan tak akan tinggal diam atas permasalahan ini. Mereka disebut akan menghubungi Court of Arbitration for Sport untuk meringankan atau bahkan menghapus hukuman Trippier.

Laporan The Athletic mengatakan Atlético tak terima pada FA karena tak memberitahu mereka lebih dulu masalah Trippier sebelum mengumumkan hukumannya ke publik. Klub asal Spanyol juga berkeyakinan jika Trippier masih bisa bermain. Tapi jika Atlético nekat memainkan Trippier, maka mereka beresiko terkena sanksi dari FIFA.

Pukulan Telak Los Colchoneros

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Trippier menjadi salah satu pemain kunci Atlético sejak didatangkan dari Tottenham pada 2019 lalu dengan mahar 22 juta euro. Sejauh ini, Trippier telah tampil 19 kali di semua ajang bersama Los Colchoneros. Ia juga telah mencetak empat assist dari 19 penampilannya tersebut.

Selain Trippier, Atlético sejatinya punya opsi bek kanan lain, seperti Šime Vrsaljko dan Ricard Sánchez. Namun penampilan kedua bek kanan tersebut masih belum terbukti sepanjang musim ini. Atlético kini menghadapi kenyataan bahwa Trippier akan absen, setidaknya selama 10 minggu ke depan.

Comments
Loading...
error: Content is protected !!