Klopp dan Guardiola Sepakat Soal Sistem Baru Pergantian Pemain di Liga Premier

0 44

Berita Sepakbola – Baru-baru ini Jurgen Klopp dan Pep Guardiola secara bersamaan menyerukan peninjauan kembali terkait kebijakan baru yang dikeluarkan pihak Liga Premier. Panitia Liga bermaksud mengembalikan kebijakan penggantian tiga pemain dari sebelumnya lima pemain.

Solusi Jadwal Padat

Baru-baru ini kedua pelatih tim raksasa di Liga Premier ini buka suara terkait keputusan pihak penyelenggara Liga Premier Inggris. Pasalnya pihak panitia kompetisi mulai memberlakukan peraturan maksimal hanya tiga pemain yang boleh diganti dari setiap pertandingan.

Padahal sebelumnya Liga Inggris membolehkan setiap tim untuk melakukan pergantian pemain sebanyak lima kali dalam setiap laga. Diketahui, peraturan ini dipakai di semua kompetisi Eropa mulai Juni 2020 lalu setelah kompetisi mulai digulirkan.

Pergantian lima pemain ini sejatinya sebagai solusi untuk mengatasi jadwal yang padat dan kurangnya persiapan para kontestan pasca lockdown. Namun musim 2020/2021 kali ini, pihak panitia kompetisi memutuskan untuk kembali menggunakan aturan lama dengan hanya mengganti tiga pemain saja. Padahal, dari pihak FIFA sendiri membolehkan peraturan lima pemain hingga Agustus 2021 mendatang untuk seluruh kompetisi di Eropa.

Sejauh ini untuk Liga Serie A, Bundesliga, La Liga, serta Liga 1 Prancis masih menggunakan peraturan pergantian lima pemain. Tidak hanya liga domestik, Liga Champions juga masih menerapkan peraturan tersebut.

Sementara pihak Premier League berdalih peraturan tersebut hanya menguntungkan klub-klub besar saja. Dan keputusan mereka dengan mengembalikan peraturan tiga pemain ternyata mendapat tentangan dari beberapa pihak. Termasuk dari para pelatih Liverpool dan Manchester City.

Opini Jurgen Klopp

Menjadi pelatih klub juara Liga Premier musim 2019/2020 lalu, Jurgen Klopp buka suara terkait keputusan panitia tersebut. Dia menilai jika kembalinya aturan tiga pemain tidak akan membantu para klub peserta Premier League. Pendapat ini dia utarakan karena kini para klub tengah menjalani jadwal bertanding yang cukup padat.

Seperti dikutip dari Goal, Klopp menjelaskan jika kebijakan tersebut tidak akan membantu sama sekali. Sebagai contoh cedera yang dialami Chelsea, bahkan klub selain seperti Manchester City, Liverpool, Manchester United, Arsenal dan juga Leicester City. Dari klub tersebut menyatakan hal serupa, namun diketahui tidak cukup suara untuk membendung keputusan tersebut agar digagalkan.

Bahkan lebih jelasnya Klopp mengatakan jika tujuh klub teratas di Liga Premier tidak merasa terbantu dengan sistem pergantian tiga pemain seperti dalih pihak penyelenggara. Dan situasi akan semakin sulit melihat padatnya jadwal kompetisi. Jadi mau tidak mau para pelatih harus kembali menyesuaikan diri dengan situasi yang ada.

Tanggapan Guardiola

Sementara di sisi lain, Josep Guardiola berpendapat jika panitia penyelenggara harus memikirkan kembali terkait penerapan pergantian tiga pemain ini. Menurutnya perlu adanya perlindungan untuk para pemain di tengah jadwal pertandingan yang padat.

Menurutnya ini tidak ada kaitannya dengan keuntungan yang diperoleh tim tertentu. Dia lebih memfokuskan untuk melindungi pemain di tengah banyaknya pertandingan agar tidak kelelahan yang akan berujung pada kerugian tim sendiri.

Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen ini kembali menjelaskan dengan memperlihatkan sejumlah statistik. Dari catatan tersebut para pemain terlihat belum pulih dari laga sebelumnya. Bahkan dari musim sebelumnya mereka belum pulih sepenuhnya, dan menurutnya ini situasi yang tidak masuk akal.

Guardiola mendesak kepada pihak yang berwenang meloloskan peraturan tersebut untuk ditinjau kembali dari semua aspek. Dan fokus utama dari kebijakan tersebut harus bisa melindungi para pemain. Dan kebijakan yang mereka buat harus mendapatkan persetujuan dari pihak FIFA dan UEFA terlebih dahulu.

Comments
Loading...
error: Content is protected !!