Martial Melempem, Haruskah Cavani Jadi Starter

Sumber : imgresizer.eurosport.com
0 11

Berita Sepakbola – Menjadi bomber baru di Manchester United, Edinson Cavani tercatat lebih sering memulai permainannya sebagai pemain pengganti di Liga Premier Inggris. Tercatat hanya dua sampai tiga kali Ole menjadikannya starter, selebihnya pemain pengganti.

Pengganti yang Apik

Sejak menjadi pemain baru musim panas kemarin, pemain asal Uruguay ini lebih sering memainkan peran sebagai pemain pengganti. Meski sudah berusia 33 tahun, Cavani terbukti masih memberikan kontribusi besar untuk klubnya saat ini dan membantu di saat-saat yang penting. Terakhir dia masuk sebagai pemain pengganti dan membawa timnya bermain imbang di laga kontra Leicester City.

Dalam laga tersebut Cavani masuk di babak kedua sebagai pemain pengganti. Kemudian Cavani menyodorkan bola untuk menjadi gol oleh Bruno Fernandes. Seharusnya gol ini menjadi gol penentu kemenangan mereka di laga ini. Sayang Axel Tuanzebe melakukan gol bunuh diri dan menguntungkan tuan rumah Leicester sehingga laga berakhir imbang. Usai laga berakhir, Ole memuji penampilan Cavani yang dalam laga Sabtu (26/12) kemarin berhasil melakukan operan-operan dengan apik.

Kontribusi Kontras

Sebelum laga kontra Leicester, Cavani juga menjadi pemain penentu kemenangan pasukan setan Merah ketika melawan West Ham United. Kala itu eks bomber PSG ini berperan sebagai starter dan turun sejak awal karena Anthony Martial baru pulih dari cedera.

Mendapatkan kepercayaan tampil sejak awal, Cavani menjawab tantangan yang diberikan sang pelatih dengan mencetak gol krusial di menit ke-88 dan menjadi gol pembuka Manchester United.

Sebelum gol tersebut terjadi, pertandingan berjalan alot antara kedua kesebelasan. Gol ini pun akhirnya mencairkan suasana dan melepaskan tekanan yang ada di pundak para pemain Manchester United. Alhasil Anthony Martial mampu menggandakan keunggulan dengan mencetak gol di menit ke-90+6.

Dari laga ini nampak jika kontribusi yang diberikan Cavani sangat kontras dengan yang diberikan Martial. Dimana Martial baru berhasil menyumbangkan satu gol meskipun sudah diberikan kesempatan sembilan kali menjadi starter di Liga Premier.

Antara Cavani Atau Martial

Dengan persaingan dua pemain tersebut diatas di lini depan Manchester United, kini pelatih Ole Gunnar Solskjaer dihadapkan pada dua pilihan. Jika dalam kondisi kebugaran yang mencapai 100 persen, siapakah yang akan lebih cocok menjadi seorang starter. Pilihannya ada dua, mempercayakan striker berpengalaman meski usianya yang tidak lagi muda. Atau kembali memberi kesempatan pemain muda yang belum mencapai level terbaiknya.

Sebenarnya Ole Gunnar Solskjaer sudah pernah dicecar dengan pertanyaan seperti ini. Namun jawabannya tetap sama, yaitu netral tidak memberatkan keberpihakan terhadap satu nama. Dimana Solskjaer selalu menjawab jika Edinson Cavani telah cukup lama cedera sebelum ini.

Solskjaer sempat menurunkan edinson secara penuh di laga kontra Everton atas kemampuan fisiknya yang mumpuni. Namun di laga kontra Leicester, Solskjaer memilih bermain aman dengan menyimpannya di bangku cadangan.

Memang Cavani adalah pemain yang sudah menginjak usia 33 tahun. Ditambah pemain Uruguay ini hanya meneken kontak di Old Trafford selama satu tahun. Namun bisa jadi Solskjaer menyimpan tenaganya untuk digunakan lebih sering di akhir musim ini.

Seperti diungkapkan kepada Sky Sports, Ole mewanti-wanti Cavani agar dirinya lebih siap untuk dicadangkan sementara. Hal ini bertujuan agar sang pemain lebih membiasakan diri dengan Liga Premier, juga dengan tuntutan yang ada musim ini.

Solskjaer juga mengakui jika kontribusi Edinson Cavani di laga kontra Leicester akhir pekan kemarin sangat besar. Diharapkan di akhir musim ini dirinya tetap hadir dan memberikan kontribusi untuk pasukan Setan Merah yang kini tengah berburu gelar.

Comments
Loading...
error: Content is protected !!