MU Gagal di Liga Champions, Solskjaer Ogah Cari Kambing Hitam

Sumber : staticg.sportskeeda.com/Ole Gunnar Solskjaer
0 12

Berita Sepakbola – Ole Gunnar Solskjaer kali ini tidak akan melimpahkan kesalahannya kepada pihak lain setelah timnya mengalami kekalahan di kompetisi Liga Champions ini. Pelatih asal Norwegia ini sadar betul jika semua tanggung jawab ada di pundaknya.

Gagal ke babak 16 besar

Sempat ditangguhkan, akhirnya laga PSG kontra Istanbul Basaksehir akhirnya dimainkan juga dan dimenangkan oleh PSG dengan skor telak 5:1. Kemenangan partai kali ini sekaligus memupus harapan Manchester United untuk lolos fase grup dan melaju ke babak selanjutnya.

Grup H saat ini menempatkan Leipzig sebagai juara dan menggandeng PSG di posisi kedua untuk melaju ke babak selanjutnya. Sedangkan Manchester United terpaksa menyusul Tottenham Hotspur, Arsenal, dan Leicester ke babak 32 besar Liga Europa.

Memang sejak awal kompetisi Liga Champions dimulai, skuad Setan Merah sudah tancap gas dan bermain dengan baik. Tetapi keberuntungan tidak terjadi di akhir dan mereka gagal di kompetisi antar klub paling bergengsi di Eropa ini.

Salah Solskjaer

Sebenarnya Manchester united sempat memiliki peluang lolos jika mereka mampu bermain imbang kontra RB Leipzig pada Rabu (9/12/2020) kemarin. Namun mereka malah tumbang dengan skor tipis 3:2, bahkan satu gol skuad Setan Merah disumbang dari aksi gol bunuh diri salah satu pemain RB Leipzig.

Sejak babak awal MU bermain buruk hingga kebobolan dua gol di Red Bull Arena. Meski sudah berusaha membalas gol, namun mereka tetap kalah setelah tuan rumah menambah satu gol di babak kedua.

Usai laga, Solskjaer sempat mencurahkan keluh kesahnya mengenai kegagalan yang menimpa timnya. Seperti dikutip dari SportsMole, dimana Solskjaer mengungkapkan dalam laga tersebut timnya tidak tampil cukup baik.

Solskjaer mengatakan bahwa semuanya adalah salah manajer untuk membuat semua pemain merasa siap. Sebenarnya para pemain Manchester United tahu jika Leipzig datang ke arah pertahanan mereka dan akan melakukan umpan silang. Namun para pemain United tidak bisa beranjak untuk menghadangnya.

Respon Terlambat

Solskjaer juga merasa kecewa terhadap permainan anak asuhnya yang tidak melakukan respon dengan cepat. Setelah gol pembuka di menit kedua, skuad Setan Merah tidak langsung bangkit. Sialnya kejadian serupa terulang di menit ke-13 dan mereka kebobolan dua kali. Sejak saat itu situasi menjadi semakin sulit, bahkan hingga babak kedua berlangsung.

Dalam kesempatan yang sama, Solskjaer juga menceritakan pertemuan sebelumnya musim ini ketika mereka kebobolan masih bisa bermain dengan baik. Tetapi tidak kali ini, karena Manchester United kemudian dikenal sebagai tim yang telat panas. Mereka biasa kebobolan terlebih dulu dan comeback di akhir laga. Namun lagi-lagi laga tersebut bukan menjadi hari keberuntungan pasukan Solskjaer. Karena tidak ada comeback seperti laga-laga sebelumnya.

Bukan Sebuah Bencana

Kekalahan Manchester United atas RB Leipzig ini sekaligus menjadi penanda kegagalan mereka di kompetisi Liga Champions. Namun salah satu legenda tim, Phil Neville menganggap jika kegagalan ini bukanlah sebuah bencana.

Seperti diungkapkan kepada BBC Radio 5 baru-baru ini, Neville yang mencoba mendinginkan suasana menyebutkan jika kegagalan ini bukan sebuah bencana. Memang sempat tersebar sebuah narasi kekalahan MU di kompetisi Liga Champions adalah sebuah bencana. Menurutnya ini hanya malam yang mengecewakan. Sebelumnya ada pelatih yang lebih hebat dari Ole, sebut saja Sir Alex Ferguson yang malah tersingkir di fase ini.

Pada akhirnya, Manchester United kini hanya memiliki satu pilihan dengan memenangkan kompetisi Liga Europa. Tentu saja prestasi ini untuk menebus kekalahan mereka di ajang Liga Champions. Musim lalu skuad Setan Merah sempat mencicipi kompetisi ini dan melaju sampai ke babak semifinal. Hingga akhirnya mereka kalah dari Sevilla yang kemudian menjadi pemenangnya.

Comments
Loading...
error: Content is protected !!