Situasi Ruang Ganti Tak Kondusif, Masalah Arsenal Kian Pelik

Sumber : talksport.com/wp-content/uploads
0 9

Berita Sepakbola – Kondisi Arsenal semakin hari semakin mengkhawatirkan. Tak hanya bermasalah di atas lapangan, The Gunners kabarnya juga menyimpan masalah di sisi internal klub.

Baru-baru ini, suasana ruang ganti Arsenal dikabarkan memanas. Para pemain mulai geram dengan hasil buruk yang terus mereka dapatkan dalam beberapa pekan terakhir. Alhasil, banyak dari mereka meluapkan emosinya di ruang ganti. Bahkan, beberapa di antaranya memilih untuk tak berbicara kepada pelatih mereka, Mikel Arteta.

Tak Bisa Dikendalikan

Dilansir dari Mirror, Senin (21/12) kemarin, situasi ruang ganti Arsenal mulai bergejolak. Para pemain mulai berani membantah arahan dari pelatih Mikel Arteta. Beberapa di antara mereka bahkan dikabarkan sempat terlibat cekcok di ruang ganti.

Beberapa pemain Arsenal kabarnya tidak senang dengan sejumlah keputusan Arteta yang dinilai merugikan tim. Para pemain mengkritik strategi pelatih asal Spanyol tersebut yang kerap gagal mendatangkan kemenangan. Tak hanya itu, mereka juga tak senang dengan keputusan Arteta yang menyingkirkan Mesut Ozil dan Sokratis Papastathopoulos.

Para pemain menyayangkan sikap Arteta yang tak memasukkan nama Ozil dan Sokratis ke daftar skuad Liga Inggris dan Liga Europa. Padahal, menurut mereka Ozil dan Sokratis memiliki potensi yang cukup besar untuk membawa Arsenal bangkit.
Kabarnya, Arteta mulai kewalahan dengan situasi ini. Para pemain Arsenal kini semakin tak bisa dikendalikan karena mereka mulai tak percaya lagi dengan Arteta. Situasi ruang ganti yang tak terkendali disinyalir menjadi penyebab utama merosotnya performa Arsenal dalam beberapa pekan terakhir.

Kehilangan Pemain Kunci

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan absennya sejumlah pemain kunci di kubu The Gunners. Arsenal kehilangan striker utama mereka, Pierre Emerick Aubameyang. Pemain asal Gabon itu dikonfirmasi menderita cedera otot paha setelah menjalani pertandingan melawan Southampton, Kamis (17/12) lalu. Ia diprediksi akan absen membela Arsenal hingga akhir tahun 2020.

Tak hanya itu, kekuatan Arsenal kian berkurang dengan cederanya Thomas Partey dan hukuman yang didapat oleh Granit Xhaka.

Partey mendapat cedera pinggul pada awal bulan lalu. Ia diprediksi akan kembali ke lapangan jelang berakhirnya putaran pertama musim ini.

Sedangkan Xhaka baru saja mengalami kejadian yang tak mengenakkan. Gelandang berkebangsaan Swiss tersebut mendapat kartu merah usai berkelahi dengan pemain Burnley, akhir pekan sebelumnya.

Dengan hilangnya para pemain kunci tersebut, Arsenal diyakini akan semakin kesulitan untuk kembali ke bentuk terbaiknya. Mereka diprediksi akan semakin merosot ke papan bawah apabila tidak segera berbenah.

Masih Percaya Pada Arteta

Dalam 7 pertandingan terakhir di Premier League, Arsenal sama sekali tak mampu meraih kemenangan. Mereka hanya mampu meraih 2 hasil imbang kontra Leeds United dan Southampton. Selebihnya The Gunners selalu menelan kekalahan di kompetisi elit tersebut.

Akibatnya, Arsenal kini terbenam di papan bawah. Mereka menempati posisi ke-15 klasemen sementara dengan koleksi 14 poin dari 14 pertandingan.

Meskipun statistik menunjukkan bahwa Arsenal saat ini benar-benar terpuruk, namun jajaran direksi klub tak berpikir begitu. CEO Arsenal, Vinai Venkatesham, merasa tak ada yang salah dengan timnya. Ia bahkan masih percaya dengan potensi Arteta sebagai pelatih.

Venkatesham mengaku masih menaruh kepercayaan tinggi kepada pelatih asal Spanyol tersebut. Padahal di sisi lain, para pemain dan fans Arsenal mulai ragu dan berharap Arteta dipecat dari jabatannya sebagai pelatih Arsenal.

Pertandingan melawan Manchester City di Piala Liga dan Chelsea di Premier League pekan ini akan menjadi ujian berat bagi Arsenal. Di tengah tuntutan untuk memperbaiki performa, mereka harus menghadapi lawan yang berat. Dua laga tersebut akan menjadi momen yang tepat bagi Arteta untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih ternama.

Comments
Loading...
error: Content is protected !!