Slaven Bilic Dipecat, Solskjaer dan Arteta Korban Berikutnya?

Sumber : i.ytimg.com/vi/Yatd6Yb_2Y0/maxresdefault.jpg
0 13

Berita Sepakbola – Liga Primer Inggris Mulai memakan korban. Sengitnya persaingan antar tim di kompetisi tersebut pada akhirnya memaksa seorang Slaven Bilic untuk pergi.

Ya, West Bromwich Albion baru saja mengumumkan pemecatan pelatih asal Kroasia tersebut karena hasil buruk yang ia capai selama ini. Dengan ini, Bilic tercatat sebagai manajer pertama yang dipecat di Premier League musim 2020/20221.

Dengan semakin sengitnya persaingan antar tim musim ini, bukan tidak mungkin Premier League akan kembali memakan korban. Banyak yang memprediksi bahwa Ole Gunnar Solskjaer dan Mikel Arteta akan menjadi korban pemecatan selanjutnya.

Hasil Minor

Kamis kemarin (17/12), West Bromwich Albion resmi mengumumkan berita pemecatan manajer mereka, Slaven Bilic. Pria berkebangsaan Kroasia tersebut terpaksa diberhentikan karena hasil buruk yang ia capai di sepanjang bergulirnya kompetisi musim 2020/2021.

Bilic pertama kali ditunjuk sebagai manajer West Brom pada musim panas 2019 lalu. Ia didatangkan West Brom setelah sebelumnya sempat menangani klub asal Arab Saudi. Pada musim pertamanya, Bilic mampu memberikan efek luar biasa bagi tim. Ia berhasil membawa West Brom promosi ke Premier League setelah menempati posisi runner-up klasemen akhir Divisi Championship.

Sayangnya, di Premier League West Brom di bawah asuhan Bilic belum mampu mengimbangi perlawanan para pesaingnya. Mereka hanya mampu mencatatkan 1 kemenangan sepanjang musim ini.

Dengan koleksi 7 poin dari 13 laga, West Brom kini terbenam di peringkat ke-19 klasemen Premier League. Setelah mendepak Bilic, West Brom kabarnya akan menunjuk Sam Allardyce sebagai nahkoda baru.

Tak Seharusnya Terjadi

Kabar pemecatan Bilic mendapat respon dari pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer. Mantan striker MU di era 90-an itu menilai langkah West Brom memecat Bilic bukanlah langkah yang tepat.

Solskjaer berpendapat bahwa sepakbola merupakan bisnis jangka panjang. Maka dari itu, perlu proses yang cukup memakan waktu untuk bisa menuai hasilnya. Menurut Solskjaer, jajaran direksi West Brom harusnya sedikit bersabar dan membiarkan Bilic membenahi tim untuk beberapa bulan kedepan.

Sebenarnya Solskjaer sendiri saat ini dalam posisi yang tidak aman. Ia sempat dikabarkan akan dipecat oleh Manchester United karena hasil buruk di awal musim. Beruntung, manajer asal Norwegia itu tak jadi dipecat setelah berhasil meningkatkan performa Harry Maguire dan kawan-kawan.

Meski begitu, posisi Solskjaer kini belum bisa dikatakan aman sepenuhnya. Pasalnya, MU baru saja tersingkir dari kompetisi Liga Champions Eropa setelah hanya mampu finish di peringkat ketiga klasemen akhir Grup H. Oleh sebab itu, Solskjaer perlu menjawab keraguan jajaran manajemen MU dengan rangkaian kemenangan pada sisa pertandingan musim ini.

Posisi Tak Aman

Selain Solskjaer, nama manajer lain yang sedang dalam posisi tak aman adalah Mikel Arteta. Manajer Arsenal itu terus mendapat kritik atas hasil buruk yang ia dapat bersama The Gunners musim ini.

Bagaimana tidak, Arsenal sejauh ini hanya mampu meraih 4 kemenangan dari 13 pertandingan yang telah mereka jalani. Alhasil, dengan koleksi 14 poin, Arsenal tertahan di peringkat ke-15 klasemen sementara. Peringkat tersebut tentu tak mencerminkan nama besar Arsenal yang dikenal sebagai salah satu bagian dari The Big Six.

Hasil minor tersebut membuat Arteta mendapat kritik dari berbagai pihak. Bahkan, sebagian besar fans Arsenal terus mendesak manajemen Arsenal untuk memecat pria berusia 38 tahun tersebut. Namun, CEO Arsenal tampaknya memiliki pemikiran yang bertolak belakang dengan para fans. Ia justru mendukung Arteta dan mempertahankannya demi membawa Arsenal bangkit musim ini.

Comments
Loading...
error: Content is protected !!