Soal Unggahan Kontroversial Edinson Cavani, Apakah Berbuntut Sanksi

0 28

Berita Sepakbola – Nama Edinson Cavani baru saja sukses menjadi pahlawan kemenangan untuk tim barunya, Manchester United di ajang Liga Premier kontra Southampton. Akan tetapi hanya berselang beberapa jam saja, pujian itu berubah menjadi cercaan.

Sang Penyelamat

Laga yang berlangsung di Stadion ST. Mary’s (29/11/2020) kemarin, Cavani dan Bruno Fernandes sama-sama mencatatkan gol kemenangan. Tiga gol mereka menyelamatkan muka Manchester United yang di babak pertama yang tertinggal dua gol. Satu momen yang menjadi sorotan adalah bomber anyar mereka, Edinson Cavani yang langsung membuat perubahan setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Kemenangan dari laga tersebut membuat tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer merangkak naik ke peringkat kedelapan klasemen Liga Premier dengan koleksi 16 poin. Hingga mereka kini hanya memiliki selisih lima poin saja dengan Tottenham Hotspur yang masih kokoh di puncak klasemen.

Kemenangan ini juga membuat Cavani mendapatkan banyak pujian, termasuk dari para fans di media sosial. Sayangnya salah satu pesan dari penggemar dibalas dengan nada berbau rasisme oleh Edinson Cavani.

Soal Unggahan Bernada Rasisme

Permasalahan ini bermula dari akun Instagram pribadi sang pemain. Mulanya Cavani berniat mengakrabkan dirinya dengan fans yang sudah memberikan selamat atas raihannya dalam laga tersebut. Kemudian dia membalas pesan dari fansnya tersebut. Namun interaksi ini nampaknya menemui kesalahpahaman.

Kronologinya adalah salah seorang fans mengunggah Instagram Stories dengan menyematkan foto selebrasi dari Cavani usai mencetak gol ke gawang Southampton. Dalam unggahan tersebut fans menyematkan pesan “Saya mencintaimu, Matador!”.

Sayangnya kata yang dipilih mantan pemain PSG ini nampaknya kurang tepat sehingga dimaknai berbeda. Pemain yang baru bergabung dengan Manchester United musim panas kemarin ini membalas pesan dari fansnya tersebut dengan kalimat “Terima kasih, (maaf) negro.” Namun dalam sekejap Cavani langsung menghapus pesan balasan tersebut.

Tanpa menunggu waktu lama, Cavani mengetahui jika pesan balasan yang sudah dia tulis di awal dimaknai berbeda. Sehingga dia mengirimkan pesan ulang dengan permintaan maaf sekaligus menjelaskan jika dirinya sangat menentang rasisme. Dalam unggahan selanjutnya, Cavani juga menuliskan pesan jika dirinya mengaku menyesal dan meminta maaf dengan tulus atas balasan yang kurang pantas tersebut.

Apakah Berbuntut Hukuman?

Menurut kabar yang sudah dikutip dari Goal International, Federasi sepak bola Inggris (FA) bisa saja menjatuhkan hukuman yang cukup berat kepada bomber 33 tahun ini. Biasanya kasus seperti ini akan mendapatkan hukuman dilarang tampil minimal dalam tiga pertandingan.

Namun yang perlu digarisbawahi dalam kasus ini akan menimbulkan sanksi untuk sang pemain andaikata pihak FA ikut turun tangan. Selain itu hukuman baru juga akan diberikan kepada Cavani jika dirinya dinyatakan bersalah.

Sebelumnya kasus serupa juga pernah menimpa pemain di Liga Premier Inggris lainnya. Pada tahun 2019 lalu kasus serupa juga menimpa salah satu punggawa Manchester City, Bernardo Silva.

Yang berbeda adalah ketika salah satu anak asuh Pep Guardiola itu menulis cuitan di akun Twitter pribadinya dengan nada rasisme yang ditujukan kepada rekan satu timnya, Benjamin Mendy. Karena cuitan tersebut, Bernardo Silva harus menanggung hukuman larangan tampil satu laga dan juga diharuskan membayar denda sebesar 50 ribu Pounds atau setara dengan Rp945 juta.

Selain itu nasib serupa juga sempat menimpa pemain Tottenham Hotspur, Dele Alli yang juga mendapatkan hukuman meski unggahannya di media sosial tidak berbau rasisme. Salah satu pemain The Lilywhite ini hanya mengunggah candaan soal Covid-19 di akun media sosial pribadinya. Akhirnya unggahan tersebut berbuntut larangan bermain dalam satu pertandingan dan diharuskan mengikuti program edukasi tentang Covid-19.

Comments
Loading...
error: Content is protected !!