Manajer Persib Enggan Mengajukan Banding Atas Sanksi dari PSSI

0 314

Berita Sepakbola – Umuh Muchtar, Manajer Persib Bandung mendapatkan sanksi karena dianggap telah berkata-kata yang tidak pantas terhadap wasit ketiga laga Persib melawan Bali United, hari Jum’at 26 Juli lalu. Sanksi yang diberikan oleh Komdis PSSI kepada Umuh Muchtar adalah percobaan larangan untuk masuk ke dalam stadion dalam kurun waktu 3 bulan hingga putaran pertama kompetisi liga 1 Shopee indonesia berakhir.

Umuh Muchtar Tidak Akan Mengajukan Banding

Berita Sepakbola : Umuh Muchtar Enggan Mengajukan Banding Setelah Terkena Sanksi dari PSSI

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar secara tegas menyatakan bahwa ia tidak akan mengajukan banding atas sanksi tersebut dengan alasan, Komdis PSSI tidak memberikan keterangan secara jelas mengenai penyebab permasalahannya.

“Haram bagi saya untuk mengajukan banding. Harusnya pihak Komdis PSSI memanggil saya terlebih dahulu, kemudian bilang apa kesalahan yang telah saya lakukan. Tetapi, ini tiba-tiba mengeluarkan surat sanksi,” Ujar Umuh di kediamannya.

Umuh Muchtar menganggap bahwa Komdis PSSI terlalu mudah memberikan sanksi dan denda terhadap Persib, oleh karena itu wajar bahwa ia pun terkena sanksi dari Komdis PSSI.

“Silahkan saja kalau sudah diputuskan seperti itu karena mereka yang berkuasa. Saya tidak akan banding. Insya Allah kalau sudah KLB, PSSI lebih baik dan persepakbolaan kita maju,” imbuh Umuh.

Manajer Persib Berharap PSSI Lebih Transparan

Berita Sepakbola : Umuh Muchtar Enggan Mengajukan Banding Setelah Terkena Sanksi dari PSSI

Selain menyatakan bahwa tidak akan mengajukan banding, Manajer Persib ini juga mempertanyakan soal transparansi oleh PSSI terhadap dana hasil denda klub selama ini.

Umuh menyinggung mengenai denda yang selama ini sudah diberikan kepada persib sudah ratusan juta dan berharap PSSI akan lebih terbuka dan transparan mengenai uang hasil denda tersebut.

Manajer Persib ini menganggap bahwa selama ini PSSI kurang transparan mengenai uang hasil denda dari klub-klub yang terkena denda. Transparasi ini yang diharapkan sehingga dana tersebut bisa diketahui arahnya dana tersebut akan digunakan untuk apa saja.

“Kalau benar untuk negara atau untuk PSSI ya Alhamdulillah. Tapi selama ini tidak transparan. Di sini KPK dan Kepolisian harusnya turun, usut ke mana uang denda tersebut,” imbuh Umuh.

 

Comments
Loading...
error: Content is protected !!